Thursday, May 11, 2017

ibu ibu membawakan roti untuk Ahok di penjara

DEPOK, (PR).- Seruan terhadap pembebasan penahanan Gubernur Provinsi Jakarta ‎Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terus mengalir. Kali ini, dukungan datang dari sejumlah komunitas ibu-ibu dari Pasar Baru, Jakarta. Mereka membawa roti untuk diserahkan kepada Ahok di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"Kalau bisa, kita kasih ke dalam," kata Evi Samosir, perwakilan komunitas tersebut, Kamis 11 Mei 2017. Evi tak mempermasalahkan bila petugas keamanan Brimob menolak keinginan mereka. Menurut dia, roti yang dibawa merupakan bentuk perhatian komunitas tersebut pada terhadap Ahok.

Demi memberikan dukungan, para ibu - ibu itu bahkan rela meninggalkan aktivitas pekerjaannya. "Toko ditinggalkan, anak ditinggalkan juga," ujar Evi. Menurut dia, masih banyak ibu-ibu dan perempuan lain yang ingin datang memberikan dukungan terhadap Ahok. "Sebagian kita mewakili yang lain juga," ujarnya.

Tidak rela
Mereka menegaskan, Ahok tak bersalah dan tak pantas ditahan. "‎Kita tidak ikhlas, tidak rela Pak Ahok ditahan di dalam situ," tutur Evi.

Hingga Kamis siang, sejumlah warga dan awak media massa berkerumun di depan Mako Brimob. Sebagian warga membawa foto-foto sang gubernur demi memberi dukungan terhadapnya.

Beberapa di antara mereka yang datang, ada yang mengenakan pakaian kotak-kotak khas pendukung Ahok-Djarot saat Pilkada Jakarta, ada juga yang mengenakan pakaian biasa. Tidak ketinggalan mereka membawa kertas-kertas yang bertuliskan ungkapan tentang Ahok.

Beberapa bunyi pesan dalam kertas itu seperti "Ahok bukan penista agama", "Terima kasih sudah berkorban bagi kami. Bapak adalah pahlawan di hati kami. Jangan patah semangat untuk menjaga persatuan Indonesia tercinta", Pak Ahok, we love you", "Indonesia butuh Ahok", dan lain-lain.

Sebelumnya, reaksi juga datang dari berbagai elemen masyarakat. Respons ini muncul menanggapi vonis dua tahun yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Ahok. Kekecewaan atas keputusan majelis hakim ini juga ditunjukkan pihak peretas dengan meretas laman pengadilan negeri di Bali. Sementara itu, Ketua Umum PDI Perjuangan bahkan mengaku terenyuh atas tingginya simpati untuk Ahok. ***

No comments:

Post a Comment